Rabu, 16 April 2014

Tulisan Kesehatan Mental 2 - Pengalaman Stres

Kesehatan Mental
Tulisan Pertemuan 2
1. pengalaman Stress
          Pengalaman Stress yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika ibu saya harus melakukan operasi karena ada benjolan di ketiaknya. Benjolan itu sudah ada cukup lama namun baru dilakukan pengangkatan / operasi akhir tahun 2013 lalu. Sebelum menentukkan hari operasi ibu saya diharuskan untuk melakukan Tes Laboratorium dulu seperti rekam jantung, tes darah, tes penyakit dalam dll untuk memastikan apakah keadannya baik untuk melakukan operasi.
          Saat mendengar rencana operasi itu saya merasa seperti tersambar petir, seluruh badan saya menjadi dingin dan jantung berdegup kencang sekali. Yang ada dipikiran saya hanya rasa takut, cemas dan memikirkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Sejak saya tau bahwa ibu saya akan dioperasi tidur saya menjadi tidak nyenyak, gelisah dan yang ada hanya ketakutan-ketakutan akan hal-hal buruk. Saya menemani ibu saya untuk melakukan tes laboratorium sebelum hari H operasi. Baru menunggu tes laboratorium saja saya sudah panic sekali dan tidak bisa menutupi rasa gugup saya namun saya tetap mencoba setenang mungkin agar ibu saya juga tetap tenang.
          Tiba pada hari H operasi kedua orang tua saya berangkat ke Rumah Sakitsedangkan saya masih dirumah karena harus menunggu adik saya pulang dari sekolah baru setelah itu kami pergi kerumah sakit. Sekitar pukul 11.00 ayah saya memberi kabar bahwa ibu saya akan dioperasi pukul 13.00 seketika saya menjadi semakin takut, perasaan saya campur aduk sekali rasa takut, gugup, gelisah, gemetaran hingga timbul pikiran-pikiran yang membuat saya semakin stress. Sekarang sudah pukul 13.00 dan waktunya ibu saya masuk ke ruang operasi, saya masih dirumah karena harus menunggu adik saya. Menunggu dirumah membuat saya seperti menjadi gila, apapun yang saya lakukan tidak konsen karena rasa takut. Menunggu adalah waktu yang sangat menegangkan.
          Setelah adik saya pulang sekolah kita siap-siap untuk pergi kerumah sakit. Saat itu kami berangkat dri rumah pukul 15.00. saat tiba dirumah sakit ayah saya menjemput di depan rumah sakit karena saya tidak tau ruangannya. Dalam perjalanan menuju ruangan ibu saya, saya masih tetap panic dan tidak bisa menutupi gugup saya. Lalu kami masuk ke ruangan, diruangan itu ibu saya masih tertidur karena efek obat bius. Saya merasa sangat sedih dan hampir menangis karena saat tadi berangkat dari rumah ibu saya dalam keadaan yang amat baik dan sehat namun sekarang berbaring lemas dengan infusan.
          Saya dan adik saya menunggui ibu saya karena ayah saya harus pulang dulu untuk mengambil beberapa barang. Saat ibu saya terbangun namun masih setengah sadar karena masih ada pengaruh obat bius saya sedikit lebih tenang karena operasinya berjalan dengan lancar. Walaupun masih khawatir karena ibu saya belum sepenuhnya pulih. Saat saya menunggui ibu saya dirumah sakit juga merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, karena rasa khawatir yang sangat tinggi saya bahkan tidak tidur karena takut ibu saya terbangun atau merasa kesakitan. Setiap dokter control saya selalu bertanya ini itu untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Bila ibu saya pusing sedikit saja atau merasa kesakitan sedikit saja saya langsung khawatir dan panic sekali. Semua itu benar-benar membuat stress dan menurut saya itu adalah pengalaman stress saya yang paling berkesan.
          Cara saya mengatasi stress saya pada saat itu adalah dengan cara saya mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya, saya juga terus menerus berdoa untuk mendoakan ibu saya agar operasinya lancer dan cepat pulih, setelah itu saya berusaha berfikiran positif menghilangkan perasaan-perasaan negative yang mengganggu, tidak lupa setiap ada dokter / suster saya selalu bertanya untuk memastikan keadaan ibu saya baik-baik saja. Dengan melakukan hal tersebut sedikit demi sedikit ketakutan, kecemasan, kekhawatiran dan kepanikan saya berangsur-angsur berkurang. Dengan seiring waktu stress yang saya alami menghilang terlebih saat keadaan ibu saya sudah pulih dan diperbolehkan pulang.
          Demikian adalah pengalaman stress saya yang tidak dapat dilupakan.

2. Contoh Kasus

Stress Orang Tua Cerai, seorang Residivis Bunuh Diri

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Samarinda, Kalimantan Timur, diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena stres atau tertekan atas perceraian orang tuanya.

"Pelaku bunuh diri bernama Dwi Supriyanto (27) itu merupakan residivis kasus curanmor. Dia diduga nekad bunuh diri akibat tertekan setelah kedua orang tuanya bercerai," ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Samarinda Ulu Inspektur Satu Muhammad Redenta, Rabu.

Dwi Supriyanto, kata Muhammad Redenta, ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya di Perumahan Graha Indah Blok H RT 43, Kelurahan Iar Putih pada Rabu pagi. Pelaku, kata dia, ditemukan oleh Rio, adiknya tergantung di dekat kandang ayam.

"Kami baru menerima laporan itu sekitar pukul 11.00 Wita, kemudian mendatangi lokasi. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh pelaku sehingga dugaan sementara, kasus ini adalah bunuh diri," katanya.

"Dugaan bunuh diri itu kami simpulkan berdasarkan tanda-tanda di jasad korban yakni adanya cairan yang keluar dari tubuh korban, seperti pada kasus bunuh diri umumnya. Kami juga mengamankan tali yang digunakan pelaku untuk bunuh diri," ungkap Muhammad Redenta.

Berdasarkan keterangan saksi mata Rio, sebelum ditemukan tewas tergantung, Dwi Supriyanto sempat terlihat gelisah. Pasca perceraian orang tuanya lanjut Muhammad Redenta, pelaku memang kerap terlihat merenung.

"Menurut keterangan Rio, sejak perceraian orang tua mereka, Dwi Supriyanto terlihat banyak merenung. Bahkan, pada Selasa malam (5/11) atau sebelum dia ditemukan tewas, Dwi Supriyanto sempat terlihat gelisah," ujar Muhammad Redenta.

Walaupun diduga bunuh diri akibat depresi, namun polisi kata Muhammad Redenta tetap melakukan penyelidikan terkait tewasnya residivis kasus curanmor tersebut.

"Kami tetap akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematiannya secara pasti," tegas Muhammad Redenta.

Sumber :


Pendapat saya :

          Menurut pendapat saya korban mengalami stress yang amat dalam yang diakibatkan oleh perceraian orang tuanya. Banyak anak menjadi korban atas perceraian orang tuanya, dan tidak semua anak tersebut dapat menjalankan hidupnya dengan baik seakan tidak terjadi apa-apa pada orang tuanya. Kebanyakan dari anak yang orang tuanya bercerai mengalami tekanan dalam dirinya hingga melakukan hal-hal yang merugikan. Seperti pada contoh kasus di atas, anak menjadi stress dan depresi sehingga melakukan hal-hal yang tidak baik. Korban yang sedang saya bahas ini mencuri motor mungkin adalah bentuk dari stress yang ia alami, namun ia masih tetap gelisah dan tidak tenang hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri karna menurutnya jalan terbaik adalah mengakhiri hidupnya agar terlepas dari segala beban dan tekanan batinnya. 


Jumat, 21 Maret 2014

Kesehatan Mental - Orientasi Kesehatan Mental

Tugas Pertemuan 1

KESEHATAN MENTAL

A. Orientasi Kesehatan Mental

          Saparinah Sadli, mengemukakan tiga orientasi dalam kesehatan jiwa, yaitu:

1. Orientasi Klasik

          Seseorang dianggap sehat bila ia tidak mempunyai kelakuan tertentu, seperti ketegangan, rasa lelah, cemas, rendah diri atau perasan tak berguna, yang semuanya menimbulkan perasaan “sakit” atau rasa “tak sehat” serta mengganggu efisiensi kegiatan sehari-hari. Aktivitas klasik ini banyak dianut di lingkungan kedokteran. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas.

2. Orientasi Penyesuaian Diri

          Orang dianggap sehat secara psikologis bila ia mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan tuntutan orang-orang lain serta lingkungan sekitarnya. Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma social dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut. 

3. Orientasi Pengembangan Potensi

          Seseorang dikatakan mencapai tarap kesehatan jiwa, bila ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri.

B. Konsep Sehat

          konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Konsep sehat dan kesehatan merupakan dua hal yang hampir sama tapi berbeda.Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktoryang berusaha mempengaruhinya.


          menurut White (1977), sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan. Sementara konsep WHO tahun 1974, menyebutkan Sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. 

          Sehat dapat dikatakan, sutatu kondisi normal (baik) secara fisik , emosi (EQ), intelektual (IQ)l, spritual (SQ) dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, berikut pemahamannya:

  • Fisik
          Dikatakan sehat bils asecara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun.

  • Emosi
          Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengeskpresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendisiplinkan diri.

  • Intelektual
          Dikatakan sehat secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memiliki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.

  • Spiritual
          Sementara orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berfikir rasional.

  • Sosial
          Sehat secara social dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya, serta mampu untuk bekerja sama.

C. Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental

          Sejarah perkembangan kesehatan mental pertama kali itu pada jaman nenek moyang yang mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri . Mereka mengalami kecelakaan dan demam yang merusak mental . Jadilah manusia yang dengan rasa putus asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental. Zaman dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah setan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha melalukan perbaikan dalam mengatasi orng-orang yg mengalami gangguan mental.
          Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran ini terutama karna masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Hal ini lebih karna mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan lagi sebagai gangguan. Kesehatan mental ungkapan ini diciptakan oleh W. Swetster di tahun 1843, dan penuh dengan konten yang sebenarnya melalui "pribadi" pengalaman berkumpul oleh ahli asuransi Beers Amerika. Tujuannya adalah untuk memastikan perawatan yang lebih manusiawi dari sakit mental, cara bagaimana tujuannya ini dilakukan dalam konteks yang lebih luas melampaui domain perawatan kesehatan tidak bisa disebut hanya kejiwaan.

          Kesehatan mental mulai berkembang sejak perang dunia ke II .Sejak awal perang dunia ke II kesehatan mental bukan lagi suatu istilah yang asing bagi orang - orang .Dalam bidang kesehatan mental kita dapat memahami bahwa gangguan mental itu telah terjadi sejak awal peradaban manusia dan sekaligus telah ada upaya-upaya mengatasinya sejalan dengan peradaban. Namun seiring jaman yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris, mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya.

  • Zaman Prasejarah
          Pada zamannya, manusia purba sering mengalami gangguan-gangguan baik mental maupun fisik seperti infeksi arthritis, penyakit pernapasan dan usus. Tetapi penyakit mental pada saat itu benar benar ditangani cara pandang mereka adalah  merawatnya sama seperti penyakit fisik, karena berfikir bahwa mental dan fisik disebabkan oleh penyebab yang sama, yakni roh-roh jahat, halilintar atau mantera-mantera musuh. Jadi tindakan perawatan yang diberikan untuk penyakit bauk mental maupun fisik adalah seperti menggosok, menjilat, menghisap, memotong dan membalut. Atau dengan cara lain yang terpikirkan oleh kawan-kawannya, pemimpin-pemimpinnya, atau ia sendiri seperti menggunakan salep, mantera, obat keras dan sihir.Tetapi masih diperlakukan secara manusiawi.

  • Peradaban Awal
          Di Mesopotamia, penyakit mental dihubungkan dengan roh atau setan dan perawatannya dilakukan dengan upacara-upacara agama dan magis agar setan keluar dari tubuh si pasien. Sedangkan di Mesir, ilmu kedokteran agak lebih maju dan rasional.   Sedangkan di Yahudi, penyakit mental diartikan sebagai suatu hukuman dari Tuhan dan hanya diobati dengan bertaubat. Tapi perhatian orang Yahudi juga memperhatikannya dari segi kemanusiaan dan ilmu kedokteran, bahkan pada tahun 490 M didirikan  rumah sakit di Yerusalem untuk para pasien penyakit mental.Tapi sampai sejaarah modern belakangan ini, sumbangan sumbangan yang besar terhadap kesehatan fisik dan mental manusia datang dari orang Yunani. Beberapa pandangan dalam pemikiran Yunani yang sangat penting yaitu dengan dilakukannya penelitian dan terminologi psikiatri modern.

  • Abad Pertengahan
          Pada abad pertengahan, gangguan mental tidak dianggap sebagai penyakit. Banyak kebiasaan yang telah dilakukan dalam ilmu kedokteran sebelumnya tidak dilanjutkan,dan hal yang lebih buruk seperti takhayul dan ilmu tentang setan malah dihidupkan kembali. Exorcisme pada abad ini digunakan sebagai perawatan orang yang mengalami gangguan mental. Yaitu dengan menggunakan mantra- mantra dan jimat-jimat.pada tahun 1600an (dan sebelumnya) : Orang yang sakit secara mental dahulu kala dianggap sebagai “orang yang kesurupan”  yang mengalami gangguan mental dimasuki oleh roh-roh. Maka dari itu penyembuhannyapun juga melalui healer, shaman atau penyembuh yang lebih dikenal dengan istilah dukun.

  • Zaman Renaisans
          Zaman ini tepatnya digambarkan sebagai “terang dalam kegelapan”. Di Switzerland, mengakui penyebab rasional penyakit mental dan menolak adanya kaitan dengan demonology. Di Prancis, lebih menggunakan pendekatan yang manusia terhadapa para pasien sakit mental,menganggap bahwa penyakit mental tidak berbeda dengan penyakit fisik.Tahun 1724 : Pendeta Cotton Mather menjelaskan masalah kejiwaan yang menyebabkan gangguan yang terjadi di dalam tubuh sekaligus mematahkan takhayul yang berkembang selama ini.

  • Abad XVII - Abad XX
          Disini dipusatkan pada klasifikasi dan system, suatu hal yang mungkin sama dengan analisis system. Tahun 1812 : Benjamin Rush menjadi orang pertama yang mencoba menangani penyakit mental secara manusiawi. Llu itu di Inggris, muncul optimisme dalam menangani pasien sakit jiwa dengan perkembangan teori dan teknik untuk menangani orang sakit jiwa ini di rumah sakit. walaupun dalam prakteknya sering mengalami kegagalan sehingga lambat launpun muncul masa terapi pesimisme.Tahun 1908 : Clifford Beers yang pernah menjadi pasien rumah sakit jiwa dengan penanganan yang benar maupun yang salah mengeluarkan buiku “A Mind That Found Itself”. Buku tersebut langsung memberikan efek yaitu menyebarkan visinya mengenai gerakan kesehatan mental. Beers lalu mendirikan Masyarakat Connecticut yang merupakan akar dari Asosiasi Kesehatan Mental Nasional. Dan pada tahun 1950  diteruskan untuk melanjutkan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.

ORIENTASI KEPRIBADIAN SEHAT
A. Aliran Psikoanalisa

          Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang di kembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya , sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.
Kepribadian Sehat Psikoanalisa :
  • Pada alam pikiran tidak sadar dan kreativitas sebagai kompensasi untuk masa anak
  • Individu bersifat egois , tidak bermoral dan tidak mau tahu kenyataan
  • Manusia sebagai ho,o valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
  • motif-morif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
  • Manusia di dorong oleh dorongan seksual agresif 

          Dalam teori psikoanalisa nya freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu, struktur kepribadian tersusuan atas 3 sistem pokok, yakni:

  • Id
          Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak lahir dan merupakan reservoir  energi psikis. ID berhubungan erat dengan proses - proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. id memiliki 2 proses yaitu proses primer dan tindakan refleksi. id terdiri dari dorongan - dorangan biologis seperti makan, sex dan agresifitas.

  • Ego
          Ego timbul karena kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id hanya mengenal kenyataan subjektif-jiwa, sedangkan ego membedakan antara hal -hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego disebut juga sebagai eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu arah tindakan, memilih segi lingkungan kemana ia akan membri respon dan memutuskan insting mana yang akan dipuaskan.

  • Superego
          Superego adalah perwujudan internal dari nilai-nilai dan cita-cita tradisional masyarakat. Superego juga mencerminkan yang ideal, bukan yang real, memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. superego disebut juga sebagai wasit tingkah laku. 

          Sumbangan terbesar Freud pada teori kepribadian adalah eksplorasinya ke dalam dunia tidak sadar dan keyakinannya bahwa manusia termotivasi oleh dorongan-dorongan utama yang belum atau tidak mereka sadari. Bagi Freud, kehidupan mental terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam sadar. Alam tidak sadar terbagi menjadi dua tingkat, alam tidak sadar dan alam bawah sadar.  

  • Alam Tidak Sadar
          Alam tidak sadar menjadi tempat bagi segala dorongan, desakan maupun insting yang tak kita sadari tetapi ternyata mendorong perkataan, perasaan dan tindakan kita. Sekalipun kita sadar akan perilaku kita yang nyata, sering kali kita tidak menyadari proses mental yang ada dibalik perilaku tersebut. Misalnya seorang pria bisa saja mengetahui bahwa ia tertarik pada seorang wanita tetapi tidak benar-benar memahami alasan dibalik ketertarikannya, yang bisa saja bersifat tidak rasional. Dorongan tidak sadar ini muncul di alam bawah sadar setelah menjalani transformasi tertentu. Contohnya, seseorang dapat mengekspresikan dorongan erotis atau keinginan untuk melukai orang lain dengan cara menggoga atau mengolok-olok orang lain.

  • Alam Bawah Sadar
          Alam bawah sadar  ini memuat semua elemen yang tak disadari, tetapi bisa muncul kesadaran dengan cepat atau agak sukar (Freud, 1993/1964). Isi alam bawah sadar ini datang dari dua sumber, yang pertama adalah persepsi sadar (conscious perception). Apa yang dipersepsikan orang secara sadar dalam waktu singkat, akan segera masuk ke dalam alam bawah sadar selagi fokus perhatian beralih ke pemikiran lain. Sumber kedua dari gambaran-gambaran bawah sadar adalah alam tidak sadar. Sedangkan sejumlah gambaran lain dari alam tidak sadar bisa masuk ke alam sadar karena bersembunyi dengan baik dalam bentuk mimpi, salah ucap, ataupun dalam bentuk pertahanan diri yang kuat

  • Alam Sadar
          Alam sadar, yang memainkan peran tak berarti dalam teori psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar bisa masuk ke alam sadar yaitu sistem kesadaran perseptual (perceptual conscious), yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar. Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencakup gagasan-gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari alam tidak sadar.

B. Aliran Humanistik

          Aliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

          Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif. Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.

C. Pendapat Fromm

          Menurut Erich Fromm, manusia adalah makhluk sosial. Berdasar pada pendapat tersebut, maka salah satu ciri pribadi yang sehat berarti adanya kemampuan untuk hidup dalam masyarakat sosial. Masyarakat sangat penting peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian seseorang merupakan hasil dari proses sosial di dalam masyarakat. Masyarakat yang menjadikan seseorang berkepribadian sehat adalah masyarakat yang hubungan sosialnya sangat manusiawi. Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cinta

Menurut Fromm, ada lima watak social di dalam masyarakat :
  1. Penerimaan
  2. Penimbunan
  3. Penjualan/pemasaran
  4. Penghisapan/pemerasan
  5. Produktif.
Ciri-ciri kepribadian sehat menurut fromm :

  • Cinta yang Produktif
          Cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang perhatian, tanggung jawab, respek dan pengetahuan. Mencintai orang-orang lain berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka.

  • Pikiran yang Produktif
          Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.

  • Kebahagiaan
          Kebahagiaan merupakan prestasi kita yang paling hebat.

  • Suara Hati
          Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis.

KONSEP PENYESUAIAN DIRI

          Penyesuaian dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai adaptasi dapat mempertahankan eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip. Penyesuaian sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respons-respons sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien. Individu memiliki kemampuan menghadapi realitas hidup dengan cara yang memenuhi syarat. Penyesuaian sebagai penguasaan dan kematangan emosional. Kematangan emosional maksudnya ialah secara positif memiliki responss emosional yang tepat pada setiap situasi. Disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya.

          Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan. Seperti kita ketahui  bahwa penyesuaian yang sempurna tidak pernah tercapai. Penyesuaian yang sempurna terjadi jika manusia/individu selalu dalam keadaan seimbang antaradirinya dengan lingkungannya dimana tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan di mana semua fungsi organisme/individu berjalan normal. Dalam proses penyesuaian diri dapat saja muncul konflik, tekanan, dan frustasi, dan individu didorong meneliti berbagai kemungkinan perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan.

          Menurut Schneider (dalam Partosuwido, 1993) penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Menurut Callhoun dan Acocella (dalam Sobur, 2003), penyesuaian dapat didefenisikan sebagai interaksi individu yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia individu. Menurut pandangan para ahli diatas, ketiga faktor tersebut secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik mengingat individu secara konstan juga mempengaruhi kedua faktor lain.

          pada dasarnya, penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu penyesuaian pribadi dan penyesuaian social.

  1. Penyesuaian Pribadi
          Penyesuaian diri adalah kemampuan seseorang untuk menerima diri demi tercapainya hubungan yang harmonis antara dirinya dan lingkungan sekitarnya. Ia menyatakan sepenuhnya siapa dirinya sebenarnya, apa kelebihan dan kekuranganya dan mampu bertindak objektif sesuai dengan kondisi dan potensi dirinya. Keberhasilan penyesuaian diri pribadi ditandai oleh tidak adanya rasa benci tidak adanya keinginan untuk lari dari kenyataan, atau tidak percaya pada potensi pada dirinya. Sebaliknya, kegagalan penyesuaian pribadi ditandai oleh kegoncangan dan emosi, kecemasan, ketidak puasan, dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya sebagai akibat adanya jarak pemisah antara kemampuan individu dan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya.

  1. Penyesuaian Sosial
          Penyesuaian sosial diartikan sebagai keberhasilan seseorang untuk menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompoknya pada khususnya. Dalam kehidupan di masyarakat terjadi proses saling mempengaruhi satu sama lain yang terus menerus yang silih berganti. Dari proses tersebut, timbul pola kebudayaan dan pola tingkah laku yang sesuai dengan aturan, hukum, adat istiadat, nilai, dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Proses ini dikenal dengan istilah proses  penyesuaian sosial. Penyesuaian sosial terjadi dalam lingkungan hubungan social ditempat individu itu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Hubungan-hubungan sosial tersebut mencakup hubungan dengan anggota keluarga, masyarakat sekolah, teman sebaya, atau anggota masyarakat luas secara umum.

Referensi :

  1. Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
  2. Schultz. Psikologi pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius
  3. Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo.(1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma.
  4. www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-penyesuaian-diri.html
  5. http://21juli1991.blogspot.com/2013/03/tugas-kesehatan-mental-1.html
  6. http://idb4.wikispaces.com/file/view/uf4018.2.pdf

Kesehatan Mental (Konsep Diri)

Tulisan Pertemuan 1
KESEHATAN MENTAL

1. Jelaskan tentang Konsep diri sendiri secara real ?

          Saya adalah Prestila Juli Astuti yang lahir dari keluarga Jawa, saya anak pertama dari 2 bersaudara. Saya adalah pribadi yang pendiam dan tidak mudah akrab dengan orang yang baru dikenal, saya cenderung lebih senang memperhatikan terlebih dahulu bagaimana sifat dan sikap seseorang yang sebagian besar berasal dari kesan pertama ( Hallo Efect ), namun pada dasarnya saya senang berteman dengan semua orang tidak memandang status social ataupun penampilan.

          Namun dibalik pribadi yang pendiam itu, saya sebenarnya cukup “rame” namun hanya kepada orang-orang yang dekat dengan saya. Saya senang menjadi pendengar apabila teman-teman saya sedang curhat bahkan kadang saya juga memberikan saran walaupun mungkin saran yang saya berikan terkadang berdasarkan emosi :D J. Saya orang yang cukup tertutup terutama jika tentang masalah keluarga, karena menurut saya urusan keluarga adalah hal yang sangat sensitive tapi jika tentang masalah yang lain saya terkadang sering berbagi dengan teman-teman yang menurut saya bisa dipercaya.

          Saya itu termasuk orang yang kurang percaya diri, terlebih jika harus berbicara didepan banyak orang / presentasi. Saya itu juga termasuk orang yang mudah panik dan moody, dalam pengaturan emosi saya juga masih belum  bisa mengontrol sepenuhnya jadi jika saya sedang senang atau sedih akan menghasilkan reaksi yang sedikit berlebihan.

          Saya itu menyukai hal-hal yang berbau seni seperti menari, bernyanyi dan lainnya, selain seni saya juga menyukai travelling dan kuliner. Saya suka mengunjungi tempat-tempat baru yang indah dan termasuk makanan-makanannya terlebih lagi makanan laut / seafood. Dalam hal apapun saya adalah pribadi yang setia dan malas untuk berganti-ganti ( produk, dll ). Saya juga orang yang sangat menyayangi keluarga bahkan saya lebih senang menghabiskan waktu bersama keluarga dibandingkan hal-hal yang tidak jelas tapi bukan berarti saya tidak suka pergi jalan-jalan dengan teman-teman.

          Saya itu sensitive dan mudah tersinggung namun saya juga mudah memaafkan. Saya merasa saya cukup feminism walau terkadang sedikit cuek terhadap penampilan, itu semua kembali lagi kepada moody. Saya juga termasuk orang yang mudah terharu (empati) jika melihat hal-hal yang menyentuh hati. Sedikit berbeda dengan perempuan lainnya saya lebih boros dalam membeli makanan dibandingkan shopping, tapi tidak berarti bahwa saya tidak suka shopping.

  • Kelebihan :     - Penyayang
-   Pendengar yang baik
-   Setia
-   Pemaaf
-   Ber’Empati

  • Kekurangan :            - Sensitif dan Mudah terdinggung
-   Tidak mudah akrab dengan orang
-   Pendiam
-   Kurang Percaya Diri
-   Mudah panic
-   Moody

          Demikian adalah kurang lebih tentang diri saya yang saya deskripsikan dalam bentuk tulisan.


2. Cari contoh kasus ketidaksehatan mental dari berbagai berita nasional lalu beri pendapat ?

Frustasi Dicerai Istri, Tukang Ojek di Serang Gantung Diri

Seorang tukang ojek di Kota Serang, Nasirudin (50) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumah kontrakannya di Perumahan Bumi Agung Permai I blok V2, no 21, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten pada Selasa 28 Januari 2014. Diduga, Nasirudin nekat akibat frustasi terkait permasalahan dengan istrinya yang sudah cerai. 
"Mama papa itu cerai, terus papa kawin lagi," kata Sinar (28), anak ketiga Nasirudin ketika        ditemui    dilokasi,             Selasa     (28/1/2014).
Nasirudin menjadi tukang ojek di pangkalan Pasar Rau, Kota Serang. Warga asli Lampung initinggal mengontrak di Perumahan Bumi Agung Permai I blok V2, no 21, Kelurahan Unyur, Kota Serang. Dia ditemukan tergantung di dapur rumah dengan tali    tambang       yang   terikat        di       kayu        atap         rumahnya.
Sinar menambahkan, sebelum melakukan gantung diri, ayahnya juga sempat mengancam mengakhiri hidupnya kepada mantan istri dan anak-anaknya. "Sebelumnya, papa juga sempet mau bunuh diri pakai pisau, ngancem mau bakar diri,"   lanjut       Sinar.
"Awalnya Sinar lagi nonton televisi. Habis isya dikasih tahu. Kata Ibu saya, katanya bapak gantung diri," terang sang anak dengan tersedu-sedu. Jenazah tukang ojek ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang untuk dilakukan otopsi demi kepentingan penyidikan. (Han/Mvi)

Di kutip dari :

Komentar saya :
Menurut saya peristiwa bunuh diri ini merupakan anti klimaks dari permasalahan yang dipendam dalam diri korban, mungkin korban merasa tekanan dalam batin nya sangat berat hingga gelap mata dan nekat bunuh diri. Korban tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia telah gagal dalam mempertahankan rumah tangganya, sehingga merasa kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Perasaan tidak berguna dan tidak diharapkan mungkin membuat korban stress berkepanjangan karna menurut anaknya korban sudah beberapa kali mencoba untuk bunuh diri. Dalam kasus ini jelas-jelas adalah ketidaksehatan mental karena korban tidak bisa mengontrol emosinya hingga menurutnya tidak ada jalan keluar selain bunuh diri.


          

Minggu, 29 Desember 2013

Psikologi dan Tekhnologi Internet

ONLINE PERSONA

         1.     PENDAHULUAN

Dewasa ini seiring semakin berkembangnya jaman maka berkomunikasi dengan orang yang jauh pun sudah menjadi semakin mudah. Banyak media social bermunculan yang membuat yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh. Pada saat ini rasanya hampir semua orang memiliki facebook, twitter, path, intagram dll. Ada yang untuk berhubungan dengan teman, keluarga, relasi bahkan untuk bejualan segala macam produk. Pertanyaannya kini apakah dengan memiliki banyak teman di facebook dan media social lainnya berarti antar pengguna yang satu dan yang lain memiliki keterikatan atau kekompakan ?

2.     TEORI

Apa itu Media Sosial ?

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.  Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.

Fungsi Media Sosial

Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial seperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran

Kelebihan dan kekurangan Media Sosial / Jejaring Sosial

Kelebihan media social / Jejaring Sosial antara lain :
·         Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.

·         Membangun Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.

·         Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.

·         Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.

·         Tempat Promosi
Melihat banyaknya pengguna jejaring social, tidak salah jika anda menjadikan jejaring sosial menjadi salah satu tempat promosi untuk produk dan jasa

·         Tempat mencari Informasi
Banyaknya pengguna jejaring sosial yang mempunyai berbagai pekerjaan, hobi, kemampuan, dan lain-lain. Maka tidak ada salahnya jika anda mencari informasi dengan menggunakan jejaring sosial. Baik itu melalui grup, teman, ataupun yang lainnya.

Kekurangan Media Sosial / Jejaring Sosial antara lain :
·         Seorang Pelajar biasanya akan menjadi lebih malas belajar
Jejaring sosial juga bisa membuat seseorang kecanduan, termasuk pelajar. Biasanya pelajar yang kecanduan dengan jejaring sosial akan lebih malas belajar karena keinginannya untuk terus menggunakan jejaring sosial tersebut.

·         Bahaya Kejahatan
Artinya bukan tidak mungkin terdapat orang jahat yang menggunakan jejaring sosial. Karena jejaring sosial juga bisa digunakan oleh mereka sebagai tempat mencari        target.
Salah satu kasus yang sering terjadi adalah penculikan oleh orang yang dikenal dari jejaring sosial.

·         Bahaya Penipuan
Tidak sedikit kasus penipuan yang terjadi di jejaring sosial. Artinya jejaring sosial juga bisa menjadi tempat promosi bagi para penipu yang sedang mencari korban. Jadi, anda tidak boleh langsung percaya jika seseorang yang tidak dikenal menawarkan suatu barang, jasa, dll

·         Tidak semua pengguna Jejaring Sosial bersifat baik dan sopan
Artinya tidak sedikit pengguna jejaring sosial yang mungkin bersifat kasar/tidak sopan, hal ini jelas sangat berbahaya untuk anak-anak. Karena bukan tidak mungkin mereka meniru kata-kata atau kalimat yang tidak sopan dan tentunya tidak patut mereka tiru.

·         Mengganggu Kehidupan
Mengapa saya katakan mengganggu kehidupan ? Karena jejaring sosial bisa mengurangi komunikasi anda dengan dunia nyata seperti orang sekitar, lingkungan, dan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh kegiatan anda yang terlalu lama menghabiskan waktu di jejaring sosial

3.     ANALISA

Menurut analisa saya facebook dan jejaring social lainnya tidak hanya berguna untuk berjualan, memberitahu letak kita berada dan berbagi moment seperti gambar. Facebook juga membuat kita menemukan teman lama yang sudah tak pernah bertemu dan membuat kita menemukan teman-teman baru, dengan begitu kita juga dapat bergaul dan bersosialisasi dengan orang-orang baru. 
Di facebook juga banyak orang yang bisa saling mendukung satu sama lain walau tidak mengenal dekat namun dukungan tersebut dapat manambah semangat bagi orang yang diberi dukungan. Dibawah ini ada beberapa contoh orang yang saling mendukung seperti ada keterikatan dan kedekatan walaupun tidak begitu mengenal dekat


Contoh gambar 1



Contoh gambar 2

Ini adalah beberapa contoh mereka yang saling bersosialisasi dan membuka diri untuk saling berkomunikasi karena percuma mempunya jejaring social namun tidak bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Menurut jurnal yang saya sertakan remaja pengguna facebook yang sudah saling mengenal dan memiliki kedekatan hubungan akan memberikan bantuan atau dukungan social terhadap pengguna facebook lainnya. Kedekatan hubungan dan saling mengenal antar pengguna facebook dapat memunculkan keterikatan dan kekompakan atau kohesivitas dengan pengguna facebook lainnya.

4.     REFERENSI